Keterikatan pemain asing masih dihadapi banyak club peserta Liga Indonesia. Tergolong dengan Persib Bandung.

Dapat dibuktikan, tiga kemenangan secara berturutan yang dikerjakan Persib di Liga 1 2020 gak terlepas dari andil pemain asingnya. Tertera, nyaris gol Persib dibuat oleh dua pemain impornya.

Perihal ini pastinya begitu kontras dengan Persib waktu era asosiasi ataupun Liga Indonesia pertama. Masa itu, Persib punya pemain lokal yang paling hebat.

Sampai namanya selalu bercahaya walaupun tidak kembali bersama Persib. Berikut ini adalah daftar pemain legendaris dalam sejarah Persib Bandung.

1. Emen Suwarman

legenda persib bandung

Guru Emen, demikian biasa disebut. Namanya selalu wangi di buku histori Persib. Sampai mengharumkan nama Tim nasional Indonesia pun di masa 60-an.

Sang Kijang dari Majalengka ini, mulai karir bersama club PSAD (Persatuan Sepak Bola Angkatan Darat). Kehebatannya membawa bola, Emen muda langsung persembahkan titel juara 5 x berturutan di Pertandingan KADI (Pertandingan Angkatan Darat Indonesia).

Kehebatannya masa itu membikin, Thomas Wa pelatih Persib ketika itu kasmaran pada pemain yang isikan status sayap kiri atau kanan itu.

Bersama Persib prestasinya makin gemerlap. Emen dengan kebolehannya yang makin masak selaku pesepak bola muda membikin pelatih Tim nasional Indonesia asal Yugoslavia, Tony Puganic melirik kemampuannya.

Tahun pertama kalinya di tim nasional atau 1962 lampau, Guru Emen langsung berikan titel juara di Pertandingan International Merdeka Permainan di Kuala Lumpur-Malaysia. Pada tahun yang serupa Emen pun jadi sisi dalam Tim nasional Indonesia dalam Asian Permainan yang diselenggarakan di Jakarta.

2. Robby Darwis

Pria kelahiran Bandung, 30 Oktober 1964 ini gak dapat terpisahkan dari Persib. Ia tertera selaku satu pada bintang Persib yang bercahaya di masa 1990-an.

Selaku pemain yang bekerja selaku bek tengah, Robby jadi benteng pertahanan Persib yang ditakutkan banyak striker musuh. Pasalnya ia punya bodi tinggi besar membuat disebut sang Bima satu diantara profil pewayangan yang mempunyai tubuh besar.

Sampai, kalimat ‘Halik ku aing’ jadi kalimat punya Robby. Maka, kalimat itu kerapkali ditirukan oleh banyak bobotoh waktu memberi dukungan Persib beraksi.

Tidak sekedar berjasa buat Persib sebab persembahkan juara Asosiasi serta Liga Indonesia pertama, Robby pun disayangi Tim nasional Indonesia. Kegigihan serta kehebatannya di rumput hijau bawa namanya cukup ditakuti di Tim nasional. Ia kerap dikatakan Libero terhebat yang pernah dipunyai Indonesia hingga saat ini.

3. Adjat Sudrajat

Penyerang kelahiran Bandung, 5 Juli 1962 ini punya tempat spesial dalam histori Persib Bandung. Pria yang disebut Pangeran Biru ini jadi lambang Persib. Kapabilitas serta kehebatannya di dalam lapangan hijau tidak dikuatirkan oleh penggemar sepak bola terutama Bobotoh.

Terdapat beberapa titel juara yang digapai Persib atas Adjat. Nama Adjat pertamanya kali bercahaya waktu bawa Persib mememangkan pertandingan asosiasi di 1986.

Di masa Adjat juga Persib kerapkali membuat tinta emas dalam tiap-tiap pertandingan. Adjat pun sukses membawa Persib 3 kali berturutan masuk final sebelumnya lantas keluar selaku juara.

Tidak sekedar membuat prestasi di Persib, Adjat pernah juga memenangi di Liga Indonesia 1995/1996 bersama Mastrans Bandung Raya. Akan tetapi, hati Adjat selalu punya ‘Maung Bandung’.

4. Sutiono Lamso

Pria kelahiran Purwokerto ini adalah satu pada legenda Persib yang terlahir di luar Kota Bandung. Penyerang ‘Maung Bandung’ ini punya nama ‘Suti’.

Sutiono pertamanya kali masuk dengan Persib di 1989. Suti jadi sisi dari kunci sukses Persib. Atas ia, Persib mendapat juara 3 kali. Salah satunya, musim 1989/1990, 1993/1994 serta Liga Indonesia pertama di tahun 1994/1995.

Kecuali buat club, Sutiono pun mendapat penghargaan selaku pemain terhebat di Pertandingan Asosiasi musim 1993/1994. Dengan kebolehannya serta kehebatannya, Sutiono membungkus 21 gol.

Walaupun tak mendapatkan gelar pembuat gol paling banyak, Sutiono selalu dipandang sebagai pemain yang punya kapabilitas di atas umumnya. Karenanya 21 gol yang dicetak Sutiono tak ringan dikerjakan oleh pemain lain.

5. Asep Dayat

Bomber Persib ini diketahui begitu tangkas waktu membawa bola di masa 90an. Sampai pemain yang disebut ‘John’ ini sangat terampil dalam menanduk bola ke gawang musuh.

Dengan mutunya itu, banyak pemain belakang musuh kelabakan mengontrolnya. Asep Dayat pun jadi berlangganan buat menguatkan timnas Indonesia.

Asep Dayat pernah sempat ditawarkan main di Swedia, akan tetapi ia cenderung memutuskan untuk terus di Persib sampai 12 musim. Waktu itu, ia ikut menolong Persib mendapat titel juara Asosiasi sampai Liga Indonesia.