Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Tungkal Ulu di Provinsi Jambi. PLTBg berbasis limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) ini adalah punya PT Inti Indosawit Subur, yang merupakan anak bisnis berasal dari Asian Agri.

Sebagai tidak benar satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia, sudah pasti Indonesia juga punya limbah kelapa sawit yang besar, Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), keseluruhan potensi energi listrik yang dihasilkan berasal dari limbah kelapa sawit capai 12.654 mega watt (MW) bersama dengan potensi terbesar terkandung di Sumatera (8.812 MW) dan Kalimantan (3.384 MW).

Saat ini, keseluruhan kapasitas terpasang pembangkit listrik on grid yang berasal berasal dari PLTBg POME capai 13,6 MW. Pembangunan PLTBg POME merupakan terobosan bagi penyediaan listrik kepada masyarakat melalui kerja mirip beragam pihak antara lain Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan pihak swasta (pabrik kelapa sawit). Pabrik kelapa sawit bersama dengan kapasitas mengolah 30 – 45 ton tandan buah segar/jam mampu membuahkan listrik +-1 MW berasal dari PLTBg.

Setiap pabrik kelapa sawit (PKS) kebanyakan membuahkan 25-30% product utama berwujud CPO (20-23%) dan inti sawit/kernel (5-7%). Sementara sisanya sebanyak 70-75% adalah residu hasil pengolahan berwujud limbah. Jumlah limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit berkisar 600-700 liter/ton tandan buah fresh (TBS).

flow meter air Limbah kelapa sawit ini sesudah itu dimanfaatkan menjadi tenaga listrik melalui proses anaerob digestion bersama dengan teknologi covered lagoon atau continuos stirred tank reactor (CSTR). Limbah cair sawit punya persentase organik sesudah itu difermentasi bersama dengan bakteri untuk membuahkan biogas yang punya kandungan gas methane.

Di Indonesia, pembangunan pembangkit listrik berbasis POME sudah di mulai sejak 10 th. lalu. Dengan memanfaatkan POME menjadi energi listrik, merupakan bukti kepedulian dan prinsip nyata terhadap keseimbangan lingkungan hidup dan juga Sustainable Development Goals (SDG) yang akan berkontribusi secara signifikan bagi upaya Pemerintah Indonesia mengurangi pemanasan world dan perubahan iklim dunia, sekaligus tingkatkan rasio elektrifikasi nasional.

Provinsi Jambi punya lebih berasal dari 600.000 hektar lahan perkebunan kelapa sawit yang dimiliki oleh lebih berasal dari 40 PKS, bersama dengan keseluruhan potensi listrik yang mampu dihasilkan berasal dari POME sebesar 132 MW. Jumlah ini mampu mencukupi 50% berasal dari keseluruhan kebutuhan listrik provinsi Jambi.

Pemerintah mengimbuhkan apresiasi sebesar-besarnya bagi perkebunan-perkebunan kelapa sawit yang memanfaatkan limbah berasal dari usahanya.

Pengolahan limbah kelapa sawit menjadi listrik ini juga merupakan bagian berasal dari program diversifikasi energi untuk mewujudkan ketahanan energi Indonesia, mengurangi ketergantungan impor BBM dan menunjang sediakan energi alternatif yang ramah lingkungan.