makanan pemicu batuk

Bila Anda tengah mengalami masalah batuk, baik batuk karena alergi, infeksi ringan hingga infeksi serius seperti COVID, sebaiknya Anda memperhatikan penjelasan kali ini. Karena ternyata menurut penjelasan deherba.com, terdapat sejumlah makanan pemicu batuk yang harus Anda hindari selama batuk Anda belum sembuh.

Kenapa Makanan Bisa Memicu Batuk?

Tanpa Anda sadari, kebiasaan Anda makan bisa jadi memperburuk kondisi batuk Anda. Karena Anda mungkin membiarkan tubuh Anda mengasup makanan pemicu batuk. Jenis makanan ini dapat mendorong reaksi alergi seperti gatal di tenggorokan, memproduksi lebih banyak lendir dan memicu terjadinya peradangan.

Jenis makanan seperti ini pada umumnya  mengandung unsur adiktif yang dapat memicu masalah yang memperburuk batuk. Sebut saja seperti garam berlebihan, gula berlebihan, minyak berlebihan dan masih banyak lagi.

Apa Saja Makanan Pemicu Batuk?

Lalu apa saja sebenarnya yang perlu dihindari oleh pasien yang tengah mengalami batuk? Apa saja yang termasuk makanan pemicu batuk?

Gorengan

Makanan apapun, yang pengolahannya dengan cara digoreng, terutama secara deepfry sangat disarankan untuk tidak dikonsumsi selama batuk. Karena gorengan dapat menjadi makanan pemicu batuk.

Gorengan akan memicu tenggorokan terasa lebih gatal. Sejumlah orang juga menggunakan minyak goreng berulang kali. Sementara jenis minyak goreng macam ini mengandung unsur karsinogen yang memicu terjadinya peradangan. Sehingga bila batuk Anda juga disertai radang tenggorokan, konsumsi gorengan dapat memperburuk kondisi Anda.

Permen

Permen pada umumnya mengandung unsur gula yang tinggi. Kadang juga disertai dengan pemanis buatan yang semakin meningkatkan reaksi alergi dan memicu produksi lendir. Gula berlebihan sendiri dapat memicu peradangan.

Hanya saja permen berbeda dari jenis makanan manis lain. Bahan baku permen sendiri bisa memicu inflamasi. Anda sendiri bisa merasakan bila terlalu banyak mengonsumsi permen, lidah Anda mungkin akan iritasi dan sariawan.

Keripik

Apapun jenis bahan bakunya, semua jenis keripik dapat menjadi makanan pemicu batuk. Karena keripik yang bentuknya tipis dan kering dapat melukai dinding tenggorokan dan rongga mulut. Kandungan minyak yang terserap dapat menimbulkan reaksi gatal di tenggorokan.

Keripik sendiri dikenal memiliki efek karsinogen yang dapat memicu terjadinya peradangan. Apalagi kadang keripik ditambahkan bumbu masak dan garam berlebihan. Garam sendiri memperburuk batuk. Hal ini juga berlaku pada produk yang masuk kategori ciki cikian atau snack kering.

Kacang

Sebenarnya, larangan untuk mengonsumsi kacang pada penderita batuk ditujukan pada mereka yang memang alergi kacang. Karena respon alergi bisa menyebabkan reaksi sesak nafas dan produksi lendir berlebihan.

Namun pada mereka yang tidak memiliki alergi, mengonsumsi kacang masih diperbolehkan secara terbatas. Namun hindari kacang yang digoreng karena proses pengolahannya yang justru dapat memperburuk kondisi batuk.

Cokelat

Cokelat yang dimaksud di sini adalah cokelat batangan dan semua produk makanan yang diolah dari cokelat batangan. Karena meski cokelat secara umum malah bermanfaat untuk batuk, namun ketika diolah menjadi cokelat batangan kandungan di dalamnya malah memicu batuk.

Ini karena untuk membentuk cokelat batangan diperlukan unsur lemak dan gula untuk mengikat dan memperkaya rasa. Dan kandungan ini yang justru dapat menyebabkan rasa gatal. Selain kandungan kafein didalamnya yang juga buruk untuk batuk.

Keju

Pada beberapa orang, keju dapat memicu produksi lendir berlebihan. Sehingga dianggap tidak baik untuk dikonsumsi ketika sedang batuk. Kandungan unsur protein di dalamnya dianggap memicu reaksi alergi dan menimbulkan rasa gatal di tenggorokan.

Tetapi reaksi alergi karena keju sendiri tidak selalu muncul pada semua orang. Meski termasuk makanan pemicu batuk, Anda masih bisa mengonsumsi dalam jumlah terbatas bila memang Anda tidak memiliki masalah alergi.