Sebelum melaksanakan ibadah, umat Islam diperintahkan untuk membersihkan diri dengan mandi wajib. Proses ini bertujuan untuk menyucikan diri, pikiran, hati untuk menghadap Tuhan dalam keadaan suci. Mandi Wajib dikenal juga dengan nama lain berupa mandi besar atau mandi junub. Mandi biasanya dilakukan setelah hubungan intim, setelah ejakulasi dan setelah haid serta melahirkan bagi wanita.

Tata cara mandi junub adalah membasuh seluruh tubuh dengan air dimulai dengan niat. Maksud dari kamar mandi wajib adalah sesuatu yang membedakan kamar mandi wajib dengan kamar mandi biasa. Niat bisa diungkapkan secara lisan. Itu bisa diucapkan dalam bahasa arab atau indonesia. Niat ini disebutkan sekaligus bahwa air pertama kali dipercikkan ke tubuh.

Prosedur mandi wajib:

  1. Niat.
  2. Prioritaskan asupan air untuk berwudhu yaitu sebelum mandi disunahkan untuk berwudhu terlebih dahulu.
  3. Menghadap Kiblat sambil mandi dan mengutamakan sisi kanan dari pada kiri.
  4. Ucapkan “Bismillahirrahmaanirrahiim” di awal mandi.
  5. Basuh seluruh tubuh dengan air, yaitu guyurkan air ke seluruh rambut dan kulit.
  6. Utamakan mencuci semua kotoran dan najis dari seluruh tubuh.
  7. Basuh badan sampai tiga kali.
  8. Baca doa cara membaca doa setelah wudhu.

Apakah pada saat bulan puasa tidak menutup kemungkinan ada pasangan suami istri yang berhubungan badan atau seks pada malam hari, kemudian tertidur dan hanya mandi junub setelah imsak? Apakah tindakan tersebut sah atau membatalkan puasa?

Dari ‘A’ishah radhiyallahu’ anha beliau bersabda, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpai waktu subuh di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, lalu beliau Shallallahu’ alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari hadits di atas, para ulama menyimpulkan bahwa hukum mandi Junub setelah imsak adalah mubah. Bahkan para ulama juga mengatakan bahwa mandi Junub bisa selesai sampai subuh, namun saat shalat tentunya harus dalam keadaan suci.

Lalu bagaimana puasa orang yang mandi junub setelah imsak?

Sebagaimana dijelaskan di atas, Rasulullah Saw biasa mandi Junub saat subuh dan masih berpuasa, tidak perlu mengqadha.

Keabsahan puasa ketika mandi Junub setelah imsak ditegaskan kembali dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Malik dan AL-Muwathatha ‘:

Dari A’ishah radhiyallahu ‘anha: “Seorang laki-laki berhenti di depan pintu dan berkata kepada Nabi Shallallahu’ alaihi wasallam – sementara aku sedang mendengarkan, ‘Ya Rasulullah, aku masih Junub ketika fajar menjelang, padahal aku ingin berpuasa. ‘ Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,’ Aku juga di tengah pagi junub dan ingin berpuasa maka aku mandi dan berpuasa.

Pria itu berkata lagi, “Ya Rasulullah, Anda tidak seperti kami. Allah telah mengampuni dosa masa lalu dan masa depanmu.” Rasulullah Shallallahu “alaihi wasallam marah, dan berkata,” Demi Allah! Saya sangat berharap menjadi orang yang paling takut kepada Allah dibandingkan kalian semua. Aku tahu aturan yang bisa membuat aku bertakwa.”