Pengertian lantai merupakan bagian mendasar dari sebuah ruangan yang berperan penting dalam memperkuat keberadaan benda-benda di dalam ruangan tersebut. Fungsi umum lantai adalah untuk menunjang aktivitas di dalam ruangan dan membentuk karakter ruang.

Saat orang berjalan di atas lantai, muncul ciri-ciri sebagai berikut: awet, tidak licin dan warna-warna netral (tidak dominan). Benda seperti kursi, meja, lemari, dll dapat diletakkan di lantai rumah dan berbagai aktivitas seperti berjalan, berlari, duduk di lantai, dll dapat didukung.

Secara estetika, lantai berfungsi untuk mempercantik ruangan dan membentuk karakter ruangan. Tema warna yang ditampilkan dan gambar dapat mengadopsi konsep apapun tergantung dari karakter yang ditampilkan.

Beberapa tema yang bisa diterapkan antara lain etnik tradisional, minimalis modern, retro, dan lain sebagainya.

Di bawah ini adalah beberapa jenis lantai dengan karakteristik berbeda yang umum digunakan pada kebanyakan rumah tangga:

Lantai plester

Jenis ini diklasifikasikan sebagai yang paling sederhana dan termurah, karena diperlakukan seperti memplester dinding dan menggosoknya dengan halus.

Namun berbeda dengan merawat dinding dengan menggosok lantai hingga licin dan berkilau. Warna yang dihasilkan sama dengan pasir semen dan cenderung lebih gelap.

Dalam beberapa aplikasi yang menutupi ruang secara merata, celah akan menyembunyikan kelemahan. Tidak dapat diganti oleh material dan harus ditambal.

Lantai keramik

Jenis tanah ini sangat sering digunakan. Keramik memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam hal keausan dan dapat diterapkan pada hampir semua bagian rumah. Lantai keramik tidak hanya kuat, tetapi tidak perlu dipoles dan mudah dirawat. Bahan keramik tampak hangat.

Berbagai tekstur keramik yang secara visual mirip dengan bahan lain saat ini banyak dijual di pasaran. Misal: marmer bertekstur yang terbuat dari keramik, granit, kayu, batu, bata dan lain sebagainya.

Lantai marmer

Marmer umumnya disukai karena memiliki karakter yang lebih mewah dan luhur. Tekstur dan pola yang tidak beraturan, serta persediaan bahan alami yang terbatas membuat bahan ini mahal. Material marmer memiliki kesan dingin dan kuat.

Kelemahan marmer adalah memiliki pori-pori yang relatif besar. Marmer dengan pori-pori yang relatif besar membutuhkan perawatan khusus. Ini karena marmer mudah menyerap cairan dan, seperti karpet, noda jika tidak segera dibersihkan.

Lantai granit

Granit memiliki pori-pori yang lebih sempit sehingga kecil kemungkinannya masuk ke air dan kotoran. Granit memiliki kesan adem dan kokoh.

Batuan granit diekstraksi dari bukit atau pegunungan granit. Seiring perkembangan teknologi, granit buatan kini tersedia dengan motif yang lebih beragam dan harga yang lebih murah.

Lantai kayu

Yang paling umum adalah parket (parquet), yang berasal dari kata parquet. Material kayu memiliki kesan hangat dan natural.

Selain kayu solid, material parket saat ini juga berasal dari material non kayu seperti bambu. Jenis lainnya adalah laminate yaitu kayu olahan yang permukaannya merupakan hasil cetak.

Ini adalah istilah lantai dan jenis yang dapat kami bagikan dengan Anda. Semoga ini bisa menambah wawasan kita terhadap lantai rumah.

Apakah Anda butuh jasa desain rumah jakarta? Jika iya, bisa kunjungi tautan tersebut, hasilnya sangat profesional & puas dengan layanannya.