Advertisements
Advertisements

Peranan Penting Komunitas Pertanian Dalam Pembangunan

Komunitas Pertanian ialah kumpulan dari 2 orang ataupun lebih yang mengadakan interaksi, mempunyai tujuan ataupun goals, mempunyai struktur serta pola ikatan di antara anggota yang mencakup kedudukan, norma, serta ikatan antar anggota, dan groupness, serta ialah satu kesatuan( Hariadi, 2011)

Dalam upaya mengarah pembangunan pertanian yang lebih maju, kedudukan kelembagaan pertanian butuh didorong buat membagikan donasi terhadap perihal tesebut. Kelembagaan pertanian jadi suatu penggerak utama buat menggapai kemajuan pertanian. Kelompok tani jadi salah satu kelembagaan pertanian yang berfungsi berarti serta jadi ujung tombak sebab kelompok tani ialah pelakon utama dalam pembangunan pertanian.

Upaya revitalisasi kelompok tani memanglah bukan perkara yang gampang. Banyak perihal yang jadi tantangan paling utama pada masa saat ini ini. Otonomi wilayah jadi salah satu perihal yang secara langsung ataupun tidak hendak berakibat pada eksistensi kelompok tani. Terdapat kecenderungan pemerintah wilayah kurang membagikan atensi terhadap kelembagaan pertanian spesialnya kelompok tani. Sementara itu kelembagaan kelompok tani ialah asset yang berharga dalam rangka mengarah pembangunan pertanian yang maju mengingat kalau di sebagian besar wilayah, pertanian jadi basis zona pembangunan.

Kelompok tani selaku wadah organisasi serta bekerja sama antar anggota memiliki peranan yang sangat berarti dalam kehidupan warga tani, karena seluruh aktivitas serta kasus dalam berupaya tani dilaksanakan oleh kelompok secara bertepatan. Memandang kemampuan tersebut, hingga kelompok tani butuh dibina serta diberdayakan lebih lanjut supaya bisa tumbuh secara maksimal serta menunjang pembangunan pertanian( Anomin, 2003).

Kelompok tani dengan kontak taninya ialah kelembagaan sosial yang pokok dalam sistem penyuluhan pertanian. Dia pula ialah basis dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Kelompok tani selaku sesuatu unit belajar ialah wadah/ tempat dikerjakannya pelatihan ataupun penyuluhan( Hariadi, 2011).

Sebagian keuntungan dari pembuatan kelompok tani antara lain diungkapkan oleh Torres  selaku berikut:

  • Terus menjadi eratnya interaksi dalam kelompok serta terus menjadi terbinanya kepemimpinan kelompok
  • Terus menjadi terarahnya kenaikan secara kilat tentang jiwa kerjasama antar petani
  • Terus menjadi cepatnya proses perembesan( difusi) pelaksanaan inovasi( teknologi) baru
  • Terus menjadi menaiknya keahlian rata- rata pengembalian kredit petani
  • Terus menjadi meningkatnya orientasi pasar, baik yang berlkaitan dengan masukan( input) ataupun produk yang dihasilkannya
  • Terus menjadi bisa menolong efisiensi pembagian air irigasi dan pengawasannya oleh petani sendiri.

Eksistensi kelompok tani jadi perihal yang butuh dicermati secara sungguh- sungguh mengingat banyaknya tantangan yang dialami pada masa saat ini ini. Penerapan otonomi wilayah jadi salah satu tantangan dalam upaya revitalisasi kelompok tani. Tidak sedikit wilayah yang dalam penerapan otonominya cenderung mengabaikan zona pertanian sebab dikira kurang membagikan sumbangan pemasukan wilayah yang besar secara kilat. Perihal tersebut pastinya berakibat pada eksistensi lembaga pertanian spesialnya kelompok tani.

Semenjak masa otonomi wilayah, banyak pergantian kelembagaan penyuluhan tercantum pengurangan tenaga penyuluh, yang menyebabkan terlantarnya pembinaan kelompok tani. Dengan demikian, dalam paradigma baru penyuluhan pertanian yang menekankan kelompok tani selaku organisasi yang tangguh di bidang ekonomi serta sosial, dibutuhkan revitalisasi kelompok- kelompok tani( Hariadi, 2005).

Sebagian perihal yang mencuat selaku akibat tidak terdapatnya Komunitas Pertanian antara lain:

  • Aktivitas penyuluhan oleh PPL tidak bisa dilaksanakan
  • Petani tidak memperoleh dorongan dari pemerintah selaku akibat tidak terdapatnya kelembagaan pertanian yang bisa mengelola dorongan dengan baik, spesialnya Komunitas Pertanian.

Pola serta metode penerapan aktivitas usahatani tidak berjalan dengan baik sehingga memunculkan masalah- masalah dalam usahatani. Misalnya kesusahan air dan serbuan hama.

Berikut ialah sebagian aspek yang pengaruhi eksistensi Komunitas Pertanian bersumber pada riset permasalahan yang sudah dicoba tadinya:

Motivasi anggota Komunitas Pertanian

Motivasi ialah suatu dorongan yang timbul dari dalam diri manusia buat melaksanakan suatu. Motivasi pula berhubungan dengan terdapatnya kebutuhan ataupun kemauan yang mau dipadati. Terus menjadi besar motivasi anggota Komunitas Pertanian dalam aktivitas usahatani, hingga eksistensi kelompok tersebut hendak terpelihara. Perihal tersebut disebabkan terdapatnya motivasi buat mendapatkan hasil pertanian yang baik, hendak mendesak seorang buat terus berkarya dalam kelompok tani.

Kohesi kelompok

Tingkatan yang menampilkan anggota Komunitas Pertanian silih tertarik satu dengan yang lain menunjuk pada kohesivitas kelompok. bagi Hariadi( 2011), terdapat 3 arti menimpa kohesivitas ialah ketertarikan pada kelompok, moral serta tingkatan motivasi anggota kelompok, dan koordinasi serta kerjasama antar anggota kelompok. terus menjadi besar tingkatan kohesivitas ataupun ketertarikan pada kelompok hingga kelangsungan kelompok hendak senantiasa terpelihara.

Interaksi

Terus menjadi besar keseriusan interaksi yang terjalin dalam kelompok, hingga kelompok hendak dinamis sehingga mempengaruhi positif terhadap eksistensi kelompok.

Kepemimpinan dalam kelompok

Pemimpin dalam Komunitas Pertanian berfungsi berarti dalam melindungi dinamika kelompok. pemimpin berfungsi buat mengorganisasikan, penggerak, teladan, pembibing dalam kelompok tani.

Tekanan kelompok

Terdapatnya tekanan dalam kelompok baik luar ataupun dalam kelompok mempengaruhi pada eksistensi kelompok tani. Selaku contoh dalam riset permasalahan yang teladh dijabarkan tadinya, dikenal kalau terdapatnya tekanan dari luar berbentuk pergantian pengurus dusun, mempengaruhi terhadap kelangsungan Kelompok tani

Kedudukan penyuluh

Penyuluh lebih berfungsi selaku pemberi data kepada petani, dimana terus menjadi besar keseriusan penyuluhan serta sesuainya data yang diperlukan petani hendak membuat petani bertahan dalam kelompok buat penuhi kebutuhan serta keinginannnya.

Kelompok tani sangat berarti dalam proses penyampaian data serta teknologi baru kepada petani. Buat itu sangat butuh dikenal keefektifan kelompok tani selaku media penyuluhan dalam penyampaian inovasi. Tata cara penyuluhan kelompok lebih menguntungkan daripada media massa sebab hendak terjalin umpan balik yang bisa meminimalkan salah penafsiran antara penyuluh serta petani dalam penyampaian data. Dalam tata cara ini interaksi yang mencuat antara petani serta penyuluh hendak lebih intensif. Dalam tata cara ini petani diajak serta dibimbing secara berkelompok buat melakukan aktivitas yang lebih produktif atas bawah kerja sama.

Efektifitas menampilkan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya sasaran yang sudah diresmikan, bila hasil aktivitas kian mendekati sasaran berarti kian besar efektifitasnya. Suatu kelompok tani dinilai efisien, apabila kelompok tersebut mempunyai ciri berikut:

  • Menguasai dengan jelas tujuan sasarannya.
  • Sanggup menetapkan prosedur yang cocok demi tercapainya tujuan bersama
  • Komunikasi mudah dan terdapat penafsiran antar anggota
  • Ketegasan pemimpin dalam mengambil keputusan dengan mengaitkan anggotanya
  • Penyeimbang produktivitas kelompok serta kepuasan orang terjaga
  • Tanggung jawab kepemimpinan dipikul bersama sehingga seluruh anggota ikut serta dalam menyumbangkan ilham ataupun pendapatnya
  • Terdapatnya rasa kebersamaan
  • Sanggup menanggulangi perbandingan yang terjalin dalam kelompok
  • Tidak terdapat dominasi baik oleh pemimpin ataupun anggota kelompok

Penyeimbang antara sikap emosi serta sikap rasional dalam tiap usaha pemecahan permasalahan.

Keefektifan Kelompok tani selaku media penyuluhan dipengaruhi oleh sebagian aspek. Berikut ialah faktor- faktor yang mempengaruhi secara nyata terhadap keefektifan kelompok tani selaku media penyuluhan( Kusumaningsih, 2008), antara lain:

Pengembangan serta pembinaan kelompok

Ialah suatu usaha mempertahankan kehidupan kelompok yang meliputi partisipasi seluruh anggota, penyediaan sarana, menghasilkan kegiatan- kegiatan, mempraktikkan norma, dan terdapatnya sosialisasi. Terus menjadi baik pengembangan serta pembinaan kelompok, hingga Kelompok tani terus menjadi efisien selaku media penyuluhan.

Atmosfer kelompok

Atmosfer kelompok yang baik didukung oleh terdapatnya ikatan yang baik antar anggota kelompok yang memunculkan rasa bergairah pada diri anggota buat menggapai tujuan bersama.

Kedudukan penyuluh

Penyuluh berfungsi dalam membagikan data serta teknologi baru kepada petani dan bersedia menolong bila petani hadapi kasus dalam berusahatani.

Mosher( 1977), dalam uraiannya menimpa ketentuan pokok serta aspek pelancar pembangunan pertanian, mengemukakan kalau aktivitas penyuluhan ataupun pembelajaran pembangunan ialah salah satu aspek pelancar pembangunan pertanian.

Penyuluhan ataupun pembelajaran pembangunan merupakan pembelajaran tentang pembangunan pertanian yang mencakup: pembelajaran pembangunan buat petani, pembelajaran untuk petugas penyuluhan pertanian, serta latihan petugas metode pertanian. Disinilah kedudukan kelompok tani selaku media pendidikan untuk petani dalam upaya kenaikan produktivitas usahataninya.

Pembangunan pertanian tidak dapat lepas dari modernisasi pertanian serta pedesaan berbudaya industri. Modernisasi pertanian serta pedesaan berbudaya industri merupakan meningkatkan identitas budaya industri, antara lain:

  • Pengetahuan selaku landasan utama dalam pengambilan keputusan
  • Kemajuan teknologi ialah instrumen utama dalam pemanfaatan sumberdaya
  • Mekanisme pasar selaku media utama dalam transaksi benda serta jasa
  • Efisiensi serta produktivitas selaku bawah utama dalam alokasi sumberdaya
  • Kualitas keunggulan ialah orientasi, wacana, sekalian tujuan
  • Profesionalisme ialah kepribadian yang menonjol

Sumber Referensi : Komunitas Pertanian Sariagrikabar-harian