Surat kesepakatan beli-jual rumah merupakan surat kesepakatan yang dibikin oleh kedua-duanya yang akan mengerjakan transaksi bisnis beli-jual rumah. Di mana didalamnya berisi masalah apa yang perlu dilaksanakan oleh ke-2 pihak, tata langkah pembayaran yang wajib dilaksanakan, tempat rumah, dan lain-lain. Untuk selengkapnya, berkaitan contoh surat jual membeli rumah.

Peranan surat persetujuan untuk menerangkan keharusan serta hak kedua-duanya, keharusan konsumen bayar uang ke penjual, dan penjual memiliki hak atas uang itu.
Surat kesepakatan beli-jual berisi materi yang ditanda bereskan oleh konsumen dan penjual. Ke-2 nya terlilit buat kerjakan keharusan serta hak sama pasal-pasal yang tercantum di surat persetujuan jual membeli.

Sedang Akte beli jual sebagai naskah valid yang dibentuk petinggi pembikin surat tanah (PPAT) buat perpindahan hak atas tanah serta bangunan. Pengerjaan akte jual membeli rumah ini udah dirapikan lewat Ketetapan Kepala Tubuh Pertanahan Nasional (Perkaban) No. 8 Tahun 2012 Mengenai Registrasi Tanah.

Apabila disaksikan dari definisinya, surat kesepakatan jual membeli nyaris mempunyai pengertian yang serupa dengan Akte Jual Membeli. Sesungguhnya, ke-2 nya memanglah punyai kegunaan yang serupa, di antaranya:
– Biar setiap faksi penuhi keharusan dan haknya
– Selaku bukti kalau udah terhubung kesepahaman transaksi bisnis jual membeli di antara ke-2 pihak yang perihal
– Selaku bukti sewaktu satu diantaranya faksi menyalahi kesepakatan yang udah disetujui awalnya.

Kebanyakan dalam jual-beli rumah, baik surat kesepakatan ataupun akte jual-beli dapat jadi bukti atau tanda jadi kalaupun sang konsumen serius akan rumah itu.

Walau punyai peran yang serupa, ke-2 nya mempunyai karakter yang beda di mata hukum.
SPJB rumah sebagai dokumen non orisinal, serta cuma libatkan sang konsumen dan penjual rumah. Tidak ada tersangkut notaris atau Petinggi Pencipta Dokumen Tanah (PPAT).

Sedang AJB, yaitu akte asli yang dibentuk oleh notaris atau PPAT. Semua wujud persetujuan khususnya masalah struktur pembayaran, betul-betul terdaftar dalam dokumen. Maka dari itu bila konsumen bolos dari kesepakatan itu, bisa diolah dengan peraturan hukum yang berjalan.

Beberapa hal yang perlu ada di dalam Surat kesepakatan beli-jual rumah salah satunya:
1. Nama dan Identitas Faksi Pertama serta Faksi Ke-2
Pencantuman nama dan identitas dan pemberian cap faksi pertama dan faksi ke-2 mengisyaratkan tersedianya transaksi bisnis jual membeli yang syah antar ke-2 pihak. Faksi pertama rata-rata diperuntukan buat orang yang punyai rumah serta faksi ke-2 buat orang yang akan beli.
2. Identitas Rumah
Perlihatkan kenyataan atau analisa yang dipunyai rumah itu
3. Harga
Harga yang tercantum meliputi 3 soal. Pertama harga dari tanah yang dipasarkan, harga dari bangunan hunian serta penumpukan harga ke-2 nya.
4. Cara Pembayaran
Baik dibayar lunas atau secara KPR, serta di dalam masalah tersebut pun tercantum tanggal pembayaran paling akhir buat pelunasan pembelian itu
5. Uang Tanda Jadi
Ini ditujukan untuk menegaskan serta mengesahkan status diawalinya proses pemasaran.
6. Jaminan serta Saksi
Ini diperuntukkan untuk faksi pertama biar kukuhkan dan memberikan keputusan kalau rumah yang akan dipasarkan benar-benar dipunyai semuanya oleh yang perihal, jadi dipilih setidaknya dua saksi yang dapat benarkan status itu.
7. Penyerahan serta Status.
Mengenali kapan dilaksanakan penyerahan rumah berikut sertifikat serta kunci (lambang) dari faksi pertama dan faksi ke-2 , sekalian melaksanakan perpindahan status miliknya.
8. Pembalik namaan.
9. Pajak, Pungutan serta Pungutan
10. Masa Berlaku Persetujuan serta Perihal Lain Lain
11. Tanda Tangan serta Legitimasi Materai