Jam tangan pintar yang banyak digunakan di Indonesia sangat beragam, namun satu hal yang sulit ditemukan adalah yang menggunakan sistem operasi Google Wear OS. Untungnya, OPPO belum lama ini merilis OPPO Watch Smartwatch di Indonesia yang menggunakan sistem operasi ini.

Jam tangan OPPO tampak hebat dengan desain persegi sederhana dan layar melengkung. Jam tangan ini tidak terlihat dalam penggunaan sehari-hari dan oleh karena itu tidak menunjukkan kesan teknis yang berlebihan.

Jam tangan OPPO tersedia dalam dua ukuran: 41mm dan 46mm. Semua jam tangan memiliki rangka aluminium tahan korosi dari seri 6000. Dalam pengujian ini saya menggunakan 46mm dalam warna hitam matte. Pada awalnya saya sedikit ragu bahwa itu akan terlalu besar di tangan saya, tetapi ternyata tidak.

Di sisi kanan jam terdapat 2 tombol yang memiliki fungsi utama untuk membuka daftar aplikasi dan mengatur kinerja jam. Terdapat lubang speaker di sisi kiri dan pena pengisi daya di bagian belakang, serta 5 sensor untuk memantau detak jantung dan aktivitas pengguna.

Untuk gelang, OPPO menggunakan model gelang khusus untuk jam tangan OPPO, sehingga tidak bisa digantikan oleh gelang standar yang beredar di pasaran. Menghapus kaset sangat mudah. Ada tombol tekan di ujung setiap band.

Tali yang disertakan dengan jam tangan OPPO terbuat dari karet fluor, yang nyaman dipegang bahkan saat penunjuknya berkeringat. Yang membuat saya sedikit canggung adalah gaya strap-on yang unik, tetapi semakin saya menggunakan arloji, semakin saya terbiasa mengaitkan gelang itu.

Satu hal yang menakjubkan tentang OPPO Watch adalah layarnya. OPPO Watch tidak kalah dengan layar ponsel masa kini dan juga memiliki layar dengan bezel yang sangat tipis dan melengkung di bagian sisinya.

Teknologi layar tidak kalah canggihnya. OPPO Watch menggunakan layar AMOLED 3D 1,91 inci dan dapat menampilkan warna yang tajam. Resolusi layar adalah 402 × 476 piksel dan kecerahan layar hingga 500 nits. Saya tidak pernah merasa kesulitan untuk melihat layar saat menggunakannya di bawah terik matahari.

Bentuk persegi panjang dari jam OPPO yang dikombinasikan dengan resolusi besar memungkinkan layar untuk menampilkan konten lebih optimal dibandingkan dengan jam bulat. Dengan jam bundar biasanya sulit memaksimalkan pengisian di bagian atas dan bawah karena bentuknya yang terbatas.

Layar OPPO dilindungi dengan Corning Gorilla Glass 3 untuk mencegah goresan dan benturan. Karena bentuk jam tangan yang tidak memiliki pelindung layar, maka bagi yang menemukan jam tangan (seperti saya) perlu sedikit berhati-hati saat menggunakan jam tangan ini.

Sistem operasi Wear OS di OPPO Watch memudahkan untuk terhubung ke ponsel Android dan iOS melalui aplikasi Wear OS. Aplikasi Wear OS memberikan panduan cepat untuk proses koneksi, termasuk cara menyiapkan akun Google di jam tangan Anda.

Setelah jam tangan berhasil dihubungkan ke telepon, saya hanya dapat menggunakan berbagai fungsi jam tangan. Kesan pertama saya mengerjakan jam tangan ini adalah cepat. Animasi saat saya menggosok dial terlihat mulus. Tidak ada penundaan dalam mencoba berbagai fungsi arloji.

Performa kencang dari OPPO Watch berasal dari dapur pacu yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 3100 dan Ambiq Apollo3 serta dipadukan dengan RAM 1GB. Ada juga memori internal 8 GB yang tersedia untuk menyimpan berbagai jenis data di jam tangan.

Anda dapat mengganti tampilan jam dengan beberapa tampilan jam internal atau menambahkan tampilan jam baru melalui Google Play. Ada 2 tampilan jam built-in yang menarik yaitu foto dan AI outfit. Photo Watch Face dapat menampilkan foto yang Anda inginkan dari ponsel sedangkan AI outfit menciptakan tampilan dengan pola yang mirip dengan kemeja yang digunakan.

Penyiapan memerlukan aplikasi HeyTap Health tambahan khusus untuk dua bagian depan arloji, yang dapat diinstal melalui Google Play. Aplikasi ini juga memiliki beberapa fitur tambahan seperti: Anda dapat, misalnya, melihat ringkasan aktivitas harian Anda untuk menetapkan tujuan yang sedang berlangsung atau berkelanjutan.

Sistem operasi Wear OS di OPPO Watch menawarkan berbagai fungsi seperti deteksi detak jantung, dering ponsel yang terhubung, pelatihan, dan terjemahan suara. Jika menurut Anda masih hilang, Anda dapat menginstal aplikasi tambahan melalui Google Play.

Artikel ini dipersembahkan untuk tekno farm dengan url resminya teknofarm.net, terima kasih sudah membaca artikel ini.