Tahapan Dalam Proses Membangun Jembatan

Pada artikel kali ini kita akan membahas beberapa tahapan dalam proses pembuatan jembatan. Ada banyak langkah teknis dan non-teknis yang harus dilalui dalam proses pembuatannya.  Kita semua tahu bahwa jembatan berperan penting dalam menghubungkan celah-celah daratan yang dipisahkan oleh sungai, danau, lembah, lembah dan sebagainya. 

Berapa banyak manfaat yang akan didapat setelah jembatan dipasang atau dibangun untuk kepentingan banyak orang.  Oleh karena itu, jembatan yang akan dibangun harus memenuhi persyaratan keselamatan.  Berikut adalah garis besar prosesnya:

1. Pekerjaan struktur jembatan meliputi:

1.       Pengadaan balok jembatan / gelagar jembatan.

2.       Penggalian Struktur Abutment Jembatan

3.       Konstruksi pondasi jembatan (menggunakan pondasi dalam seperti tiang pancang, tiang bor, pondasi lubang dll)

4.       Konstruksi sambungan jembatan

5.       Pertama-tama pasang bantalan elastomer dan pasang gelagar di atas balok dan tiang.

6.       Pemasangan diafragma tepi berikut dan diafragma tengah antara balok garret yang dipasang.

7.       Pemasangan dek yang berfungsi sebagai rumus (bawah) di dek jembatan.

8.       Pemasangan baja tulangan untuk deck jembatan dan juga pemasangan pipa drainase jembatan dan pemasangan pipa utilitas.

9.       Pengecoran dek jembatan menggunakan beton ready mix.

10.   Dalam pembuatan pelat tapak jembatan, deck jembatan dibuat dengan terlebih dahulu memasang permukaan kerja di bawahnya.

Baca Juga Harga Besi Wiremesh di Bekasi

    2. Pekerjaan operator jembatan antara lain meliputi:

1.       Konstruksi kolam jalan menggunakan konstruksi beton bertulang atau perkerasan batu

2.       Pipa harus dipasang untuk mengalirkan air di pinggir jalan.

3.       Pemasangan kolom keselamatan jalan

4.       Tanggul/sirtu peregangan dan pembungkus yang dipilih

5.       Bagian B. Pemasangan dan ringkasan lapisan pondasi umum

6.       Penempatan dan Pemadatan Lapisan Pondasi Agregat Grade A.

7.       Pekerjaan aspal melibatkan penyemprotan lapisan primer, diikuti dengan lapisan pondasi AC-Base, dan kemudian lapisan yang terdiri dari AC-BC dan Oase.  – Lapisan permanen (AC-WC).

    3. Pekerjaan drainase jalan

1.       Drainase jalan dibuat dengan menggunakan konstruksi beton bertulang atau mortar.

4. Pekerjaan tambahan meliputi:

1.       Finishing dinding cedar dengan plester batu dan cat.  Pemasangan batu candi dan marmer

2.       Konstruksi perkerasan batu dengan menanam castins/curves, diisi dengan timbunan pasir yang telah dipadatkan, finishing dengan batu alam.

3.       Pemasangan lampu hias sesuai spesifikasi.

4.       Pekerjaan rambu jalan.