Rekreasi di Karangasem Bali ya Selalu yang ada di pikiran kita saat dengar kata Bali ialah pulau cantik yang populer akan keelokan pariwisata dan kekentalan budayanya. Di Bali, ada sebuah kabupaten namanya Karangasem yang dapat didatangi saat beberapa pelancong akan ke Pulau Dewata untuk liburan. Bermacam tempat rekreasi di Karangasem menjadi tujuan khusus yang disebut tempat rekreasi di bali yang harus anda datangi, dan di bawah berikut daftarnya untuk Anda pikirkan.

Pura Besakih

Salah satunya objek rekreasi yang terpopuler dari Bali ialah Pura Besakih yang populer sebagai sebuah lokasi sembahyang beberapa umat beragama Hindu yang berada di Bali. Berada di Kecamatan Rendang, Gunung Agung terlihat jadi background lokasi rekreasi yang suci ini. Sesampai di Pura Besakih, beberapa pengunjung tentu saja akan disuguhi karena ada Pura Penataran Agung Besakih sebagai 1 pusat Pura dan Pura pengiring yang sejumlah 18 ikut melingkari Pura pusatnya.

Untuk yang masih bimbang, Pura Penataran Agung Besakih ialah Pura yang terbesar yang dapat diketemukan saat bertandang di Pura Besakih ini. Bangunan untuk sembahyang terbanyak dipunyai oleh Pura Penataran Agung besakih yang disebutkan dengan Pelinggih dan dijadikan pusat dari tempat ini. Tempat di mana Pura ini berdiri dahulunya dijumpai sebuah rimba belantara.

– Pengunjung akan dikenai 15 ribu saja per-kepala untuk nikmati panorama di tempat Pura begitupun untuk masuk dan melihat-lihat Pura Besakih dan Pura Penataran Agung Besakih.
– Pengunjung dianjurkan untuk berkunjung Pura pada lebih kurang jam 10 sampai 12 siang agar tidak terserang dan terusik dengan kabut yang turun.

Pantai Tulamben

Dari Denpasar, pantai ini cuman memiliki jarak sekitaran 125 km ke timur laut dengan tempuh perjalanan sekitaran 3 jam dan Tulamben yang elok ini adalah lokasi rekreasi yang jangan dilewati saat liburan di Karangasem. Tetapi, pantai ini tidak sama dengan Pantai Kuta di mana pelancong dapat berjemur sepuasnya, bahkan juga dapat bermain bola di atas pasir. Pantai Tulamben ini berbatu-batu dan bukanlah berpasir; itu kekhasan dari lokasi ini.

Dari pantai ini, pelancong dapat santai sekalian jalan-jalan dan menyaksikan panorama bagus disamping barat pantai, yaitu pemandangan Gunung Agung. Pantai yang disanggupi batu dan pasir hitam ini lebih unik, tetapi aktivitas menyelam masih tetap ada dan dapat dilaksanakan di pantai ini untuk mencari keelokan dunia bawah laut. Bila ingin berjumpa dengan Paus Hiu, Hiu Martil, dan ikan Mola-Mola yang berada di perairan Tulamben, silahkan untuk tiba dan menyelam di sini. Macam biota laut seperti rumput laut, ikan-ikan hias, terumbu karang dan plankton semua dapat diketemukan di spot rekreasi satu ini.

Tidak sekedar hanya menyelam biasa, persewaan sarana scuba diving disiapkan di oleh beberapa hotel hingga untuk yang ingin mempunyai peluang belajar scuba diving langsung bisa ke arah Pantai Tulamben.

– Penyelaman dapat dilaksanakan di Tulamben dengan bayar sekitaran Rp 900 ribu per-kepala sama waktu 1 jam dan 1 kali penyelaman saja.
– Beberapa pengunjung yang sekedar hanya ingin nikmati panorama alam pantai, cukup bayar parkir Rp 5 ribu untuk yang bawa kendaraan memiliki roda 4.

baca : Tempat Rekreasi Di Ubud Bali yang Terkenal

Rekreasi Bahari Yeh Malet

Liburan ke Karangasem yang berada di Pulau Dewata tidak komplet jika tidak menginjakkan kaki di Yeh Malet, objek rekreasi bahari yang cuman memiliki jarak 50 km dari ibu-kota Bali. Berada di teritori tepian di antara Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung, Yeh Malet tawarkan pemandangan alam memiliki nuansa biru dari panorama laut yang dapat disaksikan dari tepi jalan. Memanglah bukan pantai berpasir putih, tetapi pasir hitam di pantai ini masih tetap dapat menjadi favorite oleh beberapa pengunjung, bahkan juga beberapa fans aktivitas memancing dapat tiba dan beraktivitas itu di sini.

Karena masyarakat sekitaran ialah nelayan, jadi tidak bingung jika pengunjung akan mendapati beberapa perahu nelayan yang pergi berlayar. Daya tarik dari rekreasi bahari satu ini bukan hanya itu, tetapi pengunjung akan terpesona akan pembikinan garam tradisionil yang menjadi satu diantara kegiatan khusus di teritori Yeh Malet. Walaupun memanglah tidak banyak sekali di jaman saat ini, tetapi kegiatan tersebut bisa kita dapatkan saat mengunjungi dan menelusuri lokasi rekreasi ini. Airnya yang bening jadi hal yang membuat hati berasa suka, belum juga lajur panjang pantai yang juga bisa dibikin lajur untuk ber-jogging riang.

Sarana setop over juga disiapkan di teritori pantai ini dan diposisikan di tepi jalan khusus di mana tempat parkir juga termasuk juga luas dan sanggup berisi lumayan banyak kendaraan. Walaupun sisi lapangan parkir kelihatan minimnya perawatan hingga ada beberapa tanaman liar disekelilingnya, tempat ini masih tetap oke untuk didatangi oleh keluarga saat berlibur. Hal itu ditunjukkan dengan adanya banyak pengunjung lokal yang pada hari liburan dan akhir minggu banjiri lokasi pantai.

Putung

Objek rekreasi alam ini dapat diketemukan saat pengunjung ke Kecamatan Selat, yakni persisnya di Dusun Duda Timur dalam jarak sekitaran 64 km dari ibu-kota Bali. Lebih menguntungkannya kembali, cukup dengan naik transportasi umum, beberapa pelancong bisa juga mencapai lokasi ini. Rekreasi alam Putung akan memberinya kepuasan tertentu untuk beberapa pelancong karena lokasinya yang berada di tempat pegunungan di mana perkebunan salak mengitarinya. Demikian mempersejuk dan benar-benar cocok untuk tempat liburan untuk beri kesegaran pemikiran dan situasi hati.

Hal khusus yang memikat pada tempat ini ialah keelokan alamnya karena sesampai pada tempat ini karena itu beberapa wisatawan akan sanggup menyaksikan kombinasi pemandangan perkebunan salak, rimba, lembah, rimba dan bukit-bukit. Jika sampai di pucuknya, karena itu dari ketinggian itu, pengunjung akan merasakan panorama sawah punya masyarakat sekitaran yang berada di Kecamatan Manggis, persisnya yang berada di dusun dengan panggilan Tradisi Buitan. Satu kembali yang hendak ketangkap oleh mata kita, yaitu Labuhan Amuk dengan perahu-perahu punya nelayan yang memiliki ukuran besar kelihatan sedang melaut di luasnya lautan biru dan dengan kapal pesiar yang bertumpu. Ada pula Pulau Nusa Penida yang dapat kelihatan dari jarak jauh yang dimiliki oleh Kabupaten Klungkung.

baca : Tempat Liburan di Bali Yang Mesti di Singgahi

Pura Lempuyang

Kabupatan Karangasem mempunyai Pura Lempuyang atau yang dikenal juga bernama Pura Penataran Agung Lempuyang dengan lokasi di Kecamatan Abang, di dusun namanya Tradisi Purwa Ayung. Karena terletak yang berada di Bukit Bangle, karena itu pengunjung harus naiki tangga agar bisa capai lokasi ini. Dari terlalu jauh, ada panorama mempersejuk yang elok untuk dicicipi sampai senang.

Ada dua tingkat yang dalam Pura ini; di tingkat pertama, pengunjung akan mendapati Bale Wantilan. Saat itu pada tingkat ke-2  ada semakin banyak yang hendak dapat dicicipi, seperti pusat Pura yakni pelinggih Catu, pelinggih Limas Sari, dan pelinggih Manjangan Saluang; pada bagian tengahnya kita akan tangkap ada Padma Kembar, pelinggih Gedong, Padma Ngelayang dan Padmasana. Saat berpindah ke sisi timur pada Pura ini, karena itu pelancong akan disuguhi dengan Bale Puwedangan, pelinggih Ratu Ngurah, pelinggih Betel, pelinggih Gedong Sari, dua pelinggih Gegitan dan Bale Puwedangan.

Bukit Jambul

Satu kembali rekreasi alam yang penuh daya magnet di Kabupaten Karangasem dengan pemandangan laut, lembah, sawah dan perbukitannya yang paling elok dan beri kesegaran. Saat melihat ke samping timur, karena itu pengunjung segera dapat mendapati bukit tinggi yang membubung di tempat Sidemen, sementara saat menyaksikan ke selatan, ada petak-petak sawah yang terhitung di teritori Kabupaten Klungkung berikut laut luas biru cantik yang berada di selatan Klungkung.

Ternyata nama dari Bukit Jambul ini diberi pertama kalinya waktu seorang wisatawan asal Belanda tiba ke Indonesia. Beberapa pengunjung tak perlu cemas masalah sarana, karena di teritori ini ada beragam kios atau warung makan berikut tempat parkir yang ideal. Tidak mahal untuk nikmati semua panorama membahagiakan di Bukit Jambul karena pelancong dari mana saja dapat  dengan gratis terhubung lokasi ini.

– Pengunjung tidak dikenai ongkos masuk, tetapi untuk yang tiba dengan memakai kendaraan memiliki roda 4, karena itu harus bayar ongkos parkir sejumlah Rp 5 ribu.

Padangbai

Teritori rekreasi alam ini sebagai lokasi yang raih reputasi tinggi di Kabupaten Karangasem. Berada di Kecamatan Manggis, persisnya di Dusun Padangbai, lokasi ini dijumpai terhitung dalam wilayah peningkatan tempat rekreasi Candidasa. Jika dari kota Amlapura, karena itu jaraknya cuman lebih kurang 25 km, tetapi bila dari ibu-kota Bali, karena itu jaraknya sekitaran 31 km. Dijumpai juga jika ada dermaga di lokasi ini yang jadi akses transportasi laut dengan arah ke Pulau Lombok.

Untuk yang belum ketahuinya, nama dari Padangbai ini sebetulnya dari hasil dampak bahasa Belanda, tetapi untuk nama aslinya sendiri ialah Teluk Padang. Rekreasi alam ini betul-betul cantik dnegan ada batu karang hitam kuat yang kuat dan pasir putih yang pasti dicintai tiap pengunjung. Karena pasirnya yang tebal dan putih bersih, jadi tidak bingung jika pelancong suka berjemur di lokasi ini. Kegiatan yang lain yang hebat untuk dicoba ialah snorkeling, diving dan berenang karena alam bawah laut di Padangbai tidak membuat menyesal beberapa penyelam dan perenang. Ikan-ikan hias dan terumbu karang dengan beragam tipe berada di dalamnya dan mengagumkan mempesona.

Blue lagoon sebagai hal yang seharusnya tidak dilewati saat berada di Padangbai, apa lagi oleh beberapa penyelam. Selainnya dari pantainya yang menarik, Padangbai juga mempunyai sebuah kompleks Pura Dang Kahyangan, saat itu jika jalan sedikit ke sisi timur pantai ini, pelancong segera dapat mendapati Pura Silayukti. Dari Pura Silayukti itu, bila berpindah ke selatan karena itu beberapa pengunjung dapat sekaligus bertandang ke Pura Tanjung Sari. Sedang untuk pada bagian barat dari dermaga Padangbai ini, ada Pura Penataran Agung yang awalnya telah dibahas.

Taman Ujung

Taman yang dikenal juga dengan panggilan Taman Soekasada Ujung dan sering dipakai sebagai lokasi pre-wedding di Bali ini ialah sebuah situs kerajaan yang lokasinya berada di Kecamatan Karangasem dan persisnya berada di dusun namanya Tumbu. Jika dari ibu-kota Bali, yakni Denpasar, memang lumayan jauh karena pengunjung harus tempuh jarak sekitaran 60 km. Sedang dari wilayah pariwisata Candidasa, jarak yang dapat dilakukan ialah sekitaran 15 km dan dari kota Amlapura jarak tempuhnya ialah sekitaran 5 km saja. Tempat ini juga jadi objek rekreasi yang paling tua karena dibangun pada periode pemerintah Raja I Gusti Bagus Jelantik yang berkuasa dari tahun 1909 s/d 1945 dan bangunan ini berdiri semenjak 1919.

Pembangunan taman ini dilaksanakan pada tahun 1919, tetapi untuk pemakaiannya sendiri disahkan pada tahun 1921. Pada periode lalu, taman ini digunakan sebagai lokasi raja istirahat, tetapi juga kadang beberapa tamu penting periode itu akan dijami pada tempat ini, misalnya beberapa kepala pemerintah asing atau beberapa raja yang lakukan lawatan ke kerajaan Karangasem. Dalam teritori taman ini ada kolam luas yang besar dan beberapa bangunan yang dapat dijelajahi secara bebas.

Jalur ke arah taman ujung

– Untuk ke arah sisi taman, pintu masuk atau gerbang yang ada ada 3 buah di mana gerbang intinya berada di samping barat dan dikenali dengan panggilan Bale Kapal karena wujud bangunan ini di jaman dahulu benar-benar serupa dengan wujud kapal. Dari pintu masuk itu, pelancong harus melalui beberapa ratus buah anak tangga yang penting dituruni untuk sampai ke sisi taman; dari situlah tiap orang bisa nikmati tempat taman secara detail.
– Mendapatkan predikat Taman Air Kerajaan, karena itu tidak bingung jika pengunjung akan merasakan kolam yang luas dan besar sejumlah 3 buah. Pada kolam pertama, pada bagian tengahnya yakni disamping paling utara, pengunjung dapat menyaksikan ada Bale Gili yang disebut bangunan khusus di mana jembatan ke selatan-lah yang menyambungkannya. Beberapa pot bunga dan patung ada di tengah kolam.
– Pada kolam yang pertama, jika melirik ke samping barat maka ada bangunan yang memiliki bentuk bulat yang serupa dengan namanya, yakni Bale Bunder. Dari arah timur, pengunjung dapat melalui 107 anak tangga untuk sampai ke bangunan itu. Pada kolam yang ke-2 , di tengahnyanya pas pada bagian selatan kolam pertama ada Bale Kambang. Peranan dari bangunan itu di periode lalu untuk melayani makan beberapa tamu penting kerajaan. Kolam ke-3  dapat diketemukan di samping timur kolam ke-2  dan mempunyai nama Kolam Dirah yang dijumpai jadi kolam pertama kali yang dibuat oleh Raja Karangasem.
– Pengunjung cuman dikenai Rp 10 ribu per-kepala agar bisa mencari sangkut-paut taman ini dan keelokannya.

baca juga : trip liburan ke pulau papatheo jakarta

Tenganan

Kemungkinan beberapa pelancong belum juga terlampau akrab dengan Tenganan yang sebuah Dusun Bali Asli atau beberapa orang banyak juga mengatakan Bali Age. Ada di Kecamatan Manggis, dusun tradisionil satu ini dapat dicapai dalam jarak menempuh 70 km jika langsung dari Lapangan terbang Ngurah Rai. Bali Age sendiri tentu saja bermakna dibalik itu di mana memang mengisyaratkan jika dusun ini mempunyai warga yang menggenggam tegar dasar dan ketentuan dan adat-istiadat yang ditinggal oleh nenek moyang mereka bahkan juga dari sejak jaman pemerintah Majapahit.

Salah satunya daya magnet dari dusun ini ialah bangunan tempat tinggal masyarakat yang rerata dibikin dari kombinasi tanah, batu sungai dengan batu merah dan ukuran juga hampir serupa di antara satu rumah dengan yang lain. Daya tarik yang lain dapat diketemukan di dusun ini ialah kerajinan uniknya yang berbentuk ukiran, anyaman bambu serta lukisan yang dibikin di atas daun lontar berikut kain tenun yang elok. Gringsing ialah nama dari kain tenun ciri khas dusun ini; oleh karena itu, Tenganan Pegringsingan Bali ialah nama lain dari Dusun Bali Asli ini. Tehnik tenun dobel ikat tidak bisa didapat di negara lain hanya karena tanah air kita yang memiliki.

Perang Pandang juga terhitung yang unik di dusun ini dan sebagai sebuah adat, karena itu pertunjukan ini akan diadakan tiap tahunnya. Untuk pelancong yang berminat untuk melihatnya, bisa tiba pada sekitaran bulan Juli. Perang Pandan atau mageret pandan ini sebuah ritus di mana terdapat satu pasang pemuda dusun yang memakai duri dain pandan untuk sama-sama sayat di atas pentas. Bakal ada cedera yang diakibatkan oleh karena irisan duri daun pandan itu. Sehabis ritus, beberapa luka pada punggung ke-2  pemuda itu akan diobati selekasnya memakai obat herbal yang dari umbi-umbian, tetapi tidak makan waktu yang lama untuk cedera itu pulih dan sembuh.

– Pengunjung umumnya akan dikenai ongkos parkir jika tiba ke Tenganan sejumlah Rp 5 ribu saja per mobil.
– Untuk bantuan, pengunjung dapat keluarkan uang sebesar Rp 10 ribu.