Dari tahun ke tahun harga properti, terutama rumah tinggal terus naik. Terutama properti dengan lokasi yang strategis, ini biasanya berada di kota-kota besar seperti Jakarta.

Tingginya harga properti juga berdampak pada kenaikan biaya bangun properti. Tidak terbatas pada biaya bangun bangunan tinggi, tapi juga biaya bangun rumah per meter.

Sehingga, untuk anda yang baru masuk pada model bisnis ini harus jeli dan berhati-hati. Karena bisa saja anda akan rugi besar jika perhitungannya salah.

Nah, beberapa hal dibawah ini mungkin saja bisa menjadi salah satu pertimbangan anda saat memulai bisnis properti terutama rumah tinggal.

1 – Investasikan pada properti yang sedang tren

Mungkin tempat paling jelas untuk memulai – kunci sukses membeli membiarkan investasi adalah melakukan riset dan memastikan Anda berinvestasi di area yang sedang naik daun, bukan di tempat yang mungkin sukses di masa lalu.

Banyak investor properti pemula yang melakukan kesalahan ini.

Perkiraan pasar hunian telah menunjukkan tingkat apresiasi modal tertinggi selama lima tahun ke depan. Dengan pertumbuhan harga rumah yang diharapkan mencapai hingga 24,1% di wilayah ini pada tahun 2025, dibandingkan dengan 15,5% secara nasional, jelas untuk melihat ke mana calon membeli untuk membiarkan investor melihat.

2 – Manfaatkan SDLT Holiday

Pada awal Juli 2020, Pemerintah mengumumkan liburan Bea Materai Pajak Bumi berlangsung hingga 31  Maret 2021. Peningkatan sarana yang membeli properti sekarang jauh lebih murah untuk tuan tanah.

Karena itu, The Telegraph melaporkan bahwa pasar properti telah mengalami arus masuk investasi yang sangat besar. Penjualan yang disetujui telah meningkat 14% antara Juli dan Agustus, meningkat 143% jika dibandingkan dengan Agustus 2019.

3 – Hitung potensi hasil sewa Anda

Hasil sewa Anda adalah pendapatan potensial yang dapat Anda peroleh dari pembelian properti yang memungkinkan Anda memperkirakan laba atas investasi properti Anda.

Penting untuk menghitung ini sebelum berinvestasi sehingga Anda dapat yakin bahwa properti yang Anda beli memenuhi kebutuhan Anda. Anda dapat menghitung potensi hasil sewa Anda dengan menggunakan kalkulator hasil sewa kami .

4 – Cari tempat di mana permintaan penyewa tinggi

Banyak investor senior merekomendasikan cara ini. Saat ini telah menunjukkan bahwa permintaan penyewa di seluruh Indonesia naik 33% pada bulan Mei dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2019, yang berarti sebagai tuan tanah, Anda tidak akan kekurangan penyewa untuk properti Anda.

Namun, tidak semua area tumbuh dengan kecepatan yang sama, sehingga penting untuk menemukan kota-kota seperti Jakarta dan Bandung yang permintaannya tumbuh paling cepat.

Meningkatnya penyewa yang ingin mengubah pemandangan setelah pembatasan penguncian berarti bahwa pasar persewaan telah dibanjiri oleh calon penyewa. Meskipun demikian, permintaan melebihi pasokan, yang berarti persaingan untuk rumah berada pada titik tertinggi sepanjang masa, dan oleh karena itu tuan tanah dapat lebih yakin bahwa properti mereka disewa.

5 – Properti pedesaan atau kota?

Mengetahui di mana Anda ingin berinvestasi memainkan peran penting dalam memaksimalkan investasi Anda. Properti pedesaan dan pusat kota memiliki pro dan kontra, jadi Anda perlu memikirkan mana yang terbaik untuk Anda.

Sebagai alternatif, properti perkotaan mendapatkan keuntungan dari berbagai fasilitas termasuk pusat perbelanjaan, restoran dan sekolah.

Terlebih lagi, properti pusat kota sering dilayani oleh sistem transportasi umum yang luas, memiliki persediaan penyewa yang lebih tinggi, dan menawarkan hasil sewa yang lebih tinggi.

Tips pro:

Untuk anda yang ingin membeli rumah bekas, sebaiknya anda mempertimbangkan biaya renovasinya. Karena ini akan berdampak pada biaya yang akan anda keluarkan nantinya.

Bagaimana cara menghitung renovasi rumah yang benar, bisa dilihat disini :biayabangunrumah.com/renovasi-rumah